keutamaan malam jumat


Keutamaan malam  Jum’at dan hari Jum’at

Malam Jum’at adalah malam yang paling,  dan harinya adalah hari yang paling dari  semua hari.

Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya malam  Jum’at dan harinya adalah 24 jam milik  Allah Azza wa Jalla. Setiap jamnya ada enam  ratus ribu orang yang diselamatkan dari api neraka.”

Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
“Barangsiapa yang mati di antara matahari tergelincir hari Kamis hingga matahari  tergelincir hari Jum’at, Allah melindunginya dari goncangan siksa kubur.”

Imam ja’far (as) juga berkata: “Malam Jum’at dan harinya mempunyai hak, maka  janganlah kamu sia-siakan kemuliaannya,  mengurangi ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal shaleh, dan tinggalkan semua yang haram. Karena di  dalamnya Allah swt melipatgandakan  kebaikan, menghapus kejelekan, dan mengangkat derajat. Hari Jum’at sama dengan malamnya. Jika kamu mampu,
hidupkan malam dan siangnya dengan doa dan shalat. Karena di dalamnya Allah
mengutus para Malaikat ke langit dunia untuk melipatgandakan kebaikan dan
menghapus keburukan, sesungguhnya Allah Maha Luas ampunan-Nya dan Maha Mulia.”
Dalam hadis yang mu’tabar, beliau juga berkata: “Sesungguhnya orang mukmin
yang memohon hajatnya kepada Allah, Ia menunda hajat yang dimohonnya hingga
hari Jum’at agar ia memperoleh keutamaan yang khusus (dilipatgandakan
karena keutamaan hari Jum’at).”

Imam Ja’far (as) juga berkata: “Ketika
saudara Yusus meminta kepada Ya’qub  agar ia memohonkan ampunan bagi mereka, ia berkata, Tuhanku akan mengampunimu.  Kemudian ia mengakhirkan istighfarnya
hingga dini hari malam Jum’at agar permohonannya diijabah.”

Imam Ja’far (as) berkata: “Jika datang
malam Jum’at semua binatang laut dan binatang darat mengangkat kepalanya seraya memanggil dengan bahasanya  masing-masing: Wahai Tuhan kami, jangan
siksa kami karena dosa-dosa anak cucu
Adam.”



Imam Muhammad Al-Baqir (as) berkata:
“Allah swt memerintahkan kepada Malaikat  agar menyeru pada setiap malam Jum’at  dari bawah Arasy  dari awal malam hingga  akhir malam: Tidak ada seorang pun hamba mukmin yang berdoa kepada-Ku untuk  keperluan akhirat dan dunianya sebelum  terbit fajar kecuali Aku mengijabahnya, tidak
ada seorang pun mukmin yang bertaubat kepada-Ku dari dosa-dosanya sebelum terbit fajar kecuali Aku menerima taubatnya, tidak seorang pun mukmin yang sedikit rizkinya lalu ia memohon kepada-Ku tambahan rizkinya sebelum terbit fajar kecuali Aku menambah dan meluaskan rizkinya, tidak ada seorang pun hamba mukmin yang sedang sakit lalu ia memohon kepada-Ku
untuk kesembuhannya sebelum terbit fajar kecuali Aku memberikan kesembuhan, tidak seorang hamba mukmin yang sedang kesulitan dan men derita lalu ia memohon kepada-Ku agar dihilangkan kesulitannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menghi- langkannya dan menampakkan jalannya,
tidak ada seorang pun hamba yang dizalimi lalu ia memohon kepada-Ku agar Aku mengambil kezalimannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menolongnya dan mengambil kezalimannya; Malaikat terus- menerus berseru hingga terbit fajar.”

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (as)
berkata:“Sesungguhnya Allah swt memilih Jum’at, lalu menjadikan harinya sebagai hari raya, dan memilih malamnya menjadi malam hari raya. Di antara keutamaannya adalah, orang yang momohon hajatnya kepada Allah Azza wa Jalla pada hari Jum’at Allah mengijabahnya, suatu bangsa yang pantas menerima azab lalu mereka memohon pada malam dan hari Jum’at
Allah menyelamatkan mereka darinya, tidak ada sesuatu pun yang Allah tentukan dan
utamakan kecuali Ia menentukannya pada malam Jum’at. Karena itu, malam Jum’at adalah malam yang paling utama, dan harinya adalah hari yang paling utama.”

Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata: “
Jauhilah maksiat pada malam Jum’at, karena pada malam itu keburukan
dilipatgandakan dan kebaikan dilipatgandakan. Baransiapa yang meninggalkan maksiat kepada Allah pada malam Jum’at Allah mengampuni semua dosa yang lalu, dan barangsiapa yang menampakkan kemaksiatan kepada Allah pada malam Jum’at Allah menyiksanya dengan semua amal yang ia lakukan
sepanjang umurnya dan melipatgandakan siksa padanya akibat maksiat itu.”

Imam Ar-Ridha (as) berkata bahwa
Rasulullah saw bersabda:“Sesungguhnya hari Jum’at adalah penghulu semua hari, di dalamnya Allah azza wa jalla melipatgandakan kebaikan, menghapus keburukan, mengangkat derajat, mengijabah
doa, menghilangkan duka, dan menunaikan hajat-hajat yang besar. Hari Jum’at adalah hari Allah menambah orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Tidak ada seorang pun manusia yang memohon perlindungan di dalamnya dan ia mengenal hak-Nya dan yang diharamkan-Nya, kecuali Allah berhak
membebaskan dan menyelamatkan ia dari neraka. Jika ia mati pada hari Jum’at atau malamnya, ia mati syahid dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan aman; tidak ada seorang pun yang meremehkan apa yang diharamkan oleh Allah dan menyia-nyiakan hak-Nya, kecuali
Allah berhak mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam kecuali ia bertaubat.”

Imam Muhammad Al-Baqir (as) berkata:
“Tidak ada terbit matahari yang lebih utama dari hari Jum’at, dan sesungguhnya pembicaraan burung pun jika ia berjumpa dengan yang lain pada hari ini, ia
mengucapkan salam, salam kebaikan dan kedamaian.”

Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
“Jika kalian memasuki hari Jum’at, maka janganlah kalian disibukkan oleh sesuatu selain ibadah, karena hari itu adalah hari pengampunan bagi hanba-hamba Allah; pada hari Jum’at dan malamnya Allah menurunkan kepada mereka rahmat dan karunia lebih banyak dari pada yang mengambilnya dalam waktu yang singkat ini.”

Amalan malam Jum’at

Amalan pada malam Jum’at banyak sekali, antara lain:

Pertama: memperbanyak membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan shalawat kepada
Nabi saw dan keluarganya. Karena dalam hadis dikatakan bahwa malam Jum’at adalan malam yang mulia dan harinya adalah hari cahaya. Dalam hadis dikatakan, paling sedikitnya membaca shalawat 100
kali, lebih banyak lebih utama.

Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
“Sesungguhnya membaca shalawat kepada Muhammad dan keluarganya pada malam
Jum’at, nilainya berbanding dengan seribu kebaikan, dihapuskan seribu dosa, dan ditinggikan seribu derajat. Disunnahkan membaca shalawat kepada Muhammad dan keluarganya sesudah shalat Ashar pada hari Kamis sampai akhir siang hari Jum’at.”

Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
“Jika datang waktu Ashar hari Kamis, para Malaikat turun dari langit dengan membawa
pena-pena dari emas dan kertas dari perak, mereka tidak mencatatnya kecuali shalawat
kepada Muhammad dan keluarganya.”



Syeikh Ath-Thusi (ra) berkata: Pada hari Kamis sesudah shalat Ashar disunnahkan
membaca shalawat kepada Nabi saw dan keluarganya seribu kali, dan disunnahkan
membaca shalawat berikut:
Allahumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad, wa ‘ajjil farajahum, wa ahlik ‘aduwwahum minal jinni wal insi minal awwalina wal akhirina.
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarga Muhammad,
percepatlah kemenangan mereka, dan
hancurkan musuh-musuh mereka dari jin
dan manusia dari dahulu sampai akhir
zaman.

Dan membaca istighfar berikut:
Astaghfirullâhalladzi la ilâha illâ Huwal Hayyul Qayyum wa atubu ilayhi tawbata
‘abdin khâdhi‘in, miskînin mustakîn, lâ yastathî‘u linafsihi sharfan walâ ‘adlâ, walâ naf‘an walâ dharrâ, walâ hayâtan walâ mawtan walâ nusyurâ, wa shallallâhu ‘alâ Muhammadin wa ‘itratihi ath-
thayyibînath thâhirîn, al-akhyâril abrâr, wa sallama taslîmâ.

Aku mohon ampun kepada Allah Yang tiada Tuhan kecuali Dia Yang Hidup dan Mengawasi, aku bertaubat kepada-Nya taubat seorang hamba yang rendah, hina
dan miskin; yang dirinya tak mampu berupaya dan berbuat keadilan, tak mampu memberi manfaat dan mudharrat, tak mampu hidup, mati dan hidup kembali. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan
salam kepada Muhammad dan keluarganya yang suci dan baik, yang pilihan dan benar.

Kedua: Membaca surat Bani Israil, surat Al- Kahfi, surat An-Naml, surat Asy-Syu’ara’, surat Al-Qashash, surat As-Sajdah, surat Yasin, surat Shad, surat Al-Ahqaf, surat Al- Waqi‘ah, surat Fushshilat, surat Ad-Dukhkhan, surat Ath-Thur, surat Iqtarabat, dan surat Al-Jumu’ah. Jika tidak cukup
waktu untuk membaca semua, maka pilihlah surat Al-Waqi’ah dan surat-surat sebelumnya.
 Karena Imam Ja’far (as) berkata:
“Barangsiapa yang membaca surat Bani Israil setiap malam Jum’at, ia tidak mati sehingga berjumpa dengan Imam Mahdi (as) dan ia akan menjadi bagian dari sahabat- sahabatnya.”

“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada setiap malam Jum’at, ia tidak mati
kecuali ia mati syahid, dan Allah membangkitnya bersama para syuhada’, dan menunggu pada hari kiamat bersama para syuhada’.”



“Barangsiapa yang membaca tiga surat yang dimulai dengan Tha-sin (An-Naml, Asy- Syu`ara’, Al-Qashash) pada malam Jum’at, ia menjadi bagian dari kekasih- kekasih Allah dan berada di dekat Allah; dan di dunia ia tidak akan ditimpa keputus-asaan selamanya; di akhirat akan dikaruniai surga sehingga ia bahagia di atas bahagia, diberi pasangan seribu bidadari.”

“Barangsiapa yang membaca surat As- Sajdah pada setiap malam Jum’at, Allah akan memberikan kepadanya catatan amalnya di tangan kanannya, dan tidak dihisab sebagaimana mestinya, dan ia
menjadi kekasih Muhammad dan keluarganya (as).”

Imam Muhammad Al-Baqir (as)
berkata:“Barangsiapa yang membaca surat Shad pada malam Jum’at, ia akan dikaruniai kebaikan dunia dan akhirat yang tidak diberikan kepada seorang pun manusia kecuali Nabi dan Rasul atau Malaikat,muqarrabin, Allah memasukkannya ke surga, yang tidak diberikan kepada semua orang yang mencintai Ahlul bait (as) sekalipun pembantu mereka yang selalu berkhidmat
kepada mereka kecuali ia sampai ke tingkat dianggap keluarga mereka dan mendapat syafaat mereka.”

Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
“Barangsiapa yang membaca surat Al- Ahqaf pada malam Jum’at atau hari Jum’at, Allah tidak menimpakan kepadanya hal-hal yang menakutkan dalam kehidupan dunia dan mengamankannya dari
ketakutan pada hari kiamat.”

“Barangsiapa yang membaca surat Al- Waqi’ah pada setiap malam Jum’at, Allah swt mencintainya, dan Ia menjadikan semua manusia mencintainya. Di dunia ia diselamatkan dari keputus-asaan, kefakiran,
kebutuhan, dan penyakit-penyakit dunia; selain itu ia menjadi kekasih Amirul mukminin (as), dan surat ini adalah surat Amirul mukminin (as).”

Dalam suatu riwayat dikatakan:“Barangsiapa yang membaca surat Al-Jumu`ah setiap malam Jum’at,
maka ia akan menjadi penghapus dosa- dosanya antara Jum’at ke Jum’at.” Ketahuilah, bahwa shalat-shalat sunnah pada malam Jum’at banyak sekali, antara lain adalah shalat Amirul mukminin (as),
yang antara lain adalah shalat dua rakaat, setiap rakaat sesudah Fatihah membaca Al- Zalzalah (lima kali).
 Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa orang yang melakukan shalat ini, Allah akan mengamankannya dari azab kubur dan segala yang menakutkan pada hari kiamat.


Ketiga: Membaca surat Al-Jumu‘ah dalam rakaat pertama shalat Maghrib dan Isya’,
dan membaca surat Al-Ikhlash dalam rakaat kedua pada shalat Maghrib dan surat Al-
A‘la pada shalat Isya’.
Keempat: Meninggalkan bacaan syair. Dalam riwayat yang shahih dari Imam
Ja’far Ash-Shadiq (as) bahwa makruh hukumnya membaca syair bagi orang yang
berpuasa, pada bulan Muharram, di makam suci, dan pada malam Jum’at dan hari
Jum’at. Perawinya bertanya:walaupun syair itu isinya tentang kebenaran? Imam menjawab: Walaupun tentang kebenaran.
Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang
melantunkan syair pada malam Jum’at atau hari Jum’at, maka ia tidak
memperoleh bagian dari pahala malam Jum’at dan harinya.” Dalam riwayat yang lain: Shalatnya pada malam dan hari itu tidak diterima.

Kelima: Memperbanyak mendoakan saudara- saudaranya yang beriman sebagaimana yang
dilakukan oleh Fatimah Az-Zahra’ (as). Jika mendoakan sepuluh orang yang telah meninggal, maka wajib baginya surga, sebagaimana yang disebutkan di dalam
hadis.

Keenam: Membaca doa-doa yang ma’tsur, yang antara lain bersumber dari Imam
Ja’far Ash-Shadiq (as), beliau berkata:
“Barangsiapa yang membaca doa berikut tujuh kali pada malam Jum’at dalam sujud
yang terakhir dalam shalat sunnah nafilah Isya’, ia akan diampuni dosa-dosanya. Dan
yang paling utama doa ini dibaca secara berulang-ulang setiap malam:
Allâhumma inni as-aluka biwajhikal karîmi, wasmikal‘azhîmi, an tushalliya `alâ Muhammadin wa âlihi, wa an taghfiralî dzanbil `azhim(i).
Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu dengan wajah-Mu yang mulia dan dengan nama-Mu
yang agung, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, dan ampuni dosaku yang besar.

Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca doa berikut tujuh kali pada malam Jum’at, kemudian ia mati pada malam itu, ia akan masuk ke surga; barangsiapa yang membacanya pada hari Jum’at, lalu ia mati pada hari itu, maka ia akan masuk ke surga”:
Allâhumma Anta Rabbi lâila illâ Anta khalaqtanî, wa ana‘abduka wabnu amatika wa fi qabdhatika wa nâshiyati biyadika. Amsaytu‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘uzdu biridhaka min syarri mâ shana‘tu, abûu bini‘matika wa abûu bidzunûbî, faghfirlî dzunûbî innahu lâ yaghfirudz dzunûba illâ Anta.


Ya Allah, Engkaulah Tuhanku tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu putera hamba-Mu berada dalam genggaman-Mu
dan nasibku berada di tangan-Mu. Aku memasuki petang ini atas perjanjian kepada- Mu sesuai dengan kemampuanku, aku berlindung dengan ridha-Mu dari keburukan perbuatanku, aku kembali kepada-Mu
dengan nikmat-Mu dan aku kembali kepada- Mu dengan membawa dosa-dosaku, maka ampuni dosa-dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.
Syeikh Ath-Thusi mengatakan, disunnahkan juga membaca doa berikut pada malam Jum’at, hari Jum’at, dan malam Arafah:
Allâhumma man ta‘abbaa wa tahayyaa wa a‘adda wasta‘adda liwifadati ilâ
makhlûqin rajâa rifdihi wa thalaba nâilihi wa jâizatihi
.
Ya Allah, wahai Yang Bersedia dan Mempersiapkan diri-Nya untuk datang kepada makhluk yang mengdambakan kedatangan-Nya, dan mengharap karunia dan pengam-punan-Nya.
Failayka yâ Rabbi ta‘biyatî wasti‘dâtî rajâa ‘afwika wa thalaba nâilihi wa jâizatihi, falâ tukhayyib du‘âî yâ man lâ yakhîbu ‘alayhi sâilun walâ yanqushuhu nâilun.
Kepada-Mu ya Rabbi, aku persiapkan diriku untuk mengharap ampunan-Mu, dan memperoleh karunia dan ampunan dari-Mu, maka jangan sia-siakan doaku wahai Yang tidak pernah menyia-nyiakan orang yang bermohon dan tidak berkurang karena orang yang memperolehnya.
Fainnî lam âtika tsiqatan bi‘amalin shâlihin ‘amiltuhu walâ liwifâdati makhlûqin
rajautuhu, âtaytuka muqirran ‘ala nafsî bil- isâati wazh-zhulmi mu‘tarifan bian lâ hujjatalî walâ ‘udzra.
Aku datang kepada-Mu bukan karena percaya pada amal baik yang kulakukan,
bukan karena Engkau siap datang pada makhluk yang mengharapkan, tetapi aku
datang kepada-Mu karena pengakuan atas kesalahan dan kezalimanku pada diriku, dan
pengakuan bahwa tidak ada lagi hujjah dan alasan bagiku.
Ataytuka arjû ‘azhima ‘afwika alladzi ‘afawta bihi ‘anil khâthiîna, falam
yamna‘ka thûlu ‘ukûfihim ‘ala ‘azhîmil jurmi an ‘udta ‘alayhim bir- rahmah.
Aku datang kepada-Mu karena mengharap
maaf-Mu yang besar, dengannya Kau
maafkan orang-orang yang bersalah, dan
besarnya kezaliman mereka tidak
menghalangi-Mu untuk menyayangi mereka.
Fa yâ man rahmatuhu wâsi‘ah, wa ‘afwuhu ‘azhîmah, yâ ‘Azhimu yâ
‘Azhimu yâ ‘Azhimu lâ yaruddu ghadhabaka illâ hilmuka, walâ yunjî min sakhathika illât tadharru‘a ilayka
.
Wahai Yang luas rahmat-Nya dan besar ampunan-Nya, wahai Yang Maha Agung,
wahai Yang Maha Agung, wahai Yang Maha Agung, tak akan ada yang mampu menolak marah-Mu kecuali santun-Mu, tak akan terselamatkan dari murka-Mu kecuali
menghampiri-Mu.

Fahablî yâ Ilâhî farajan bil qudratil latî tuhyî biha maytal bilâdi, walâ tuhliknî ghamman
hattâ tastajîbalî, wa tu‘arrifanîl ijâbata fi du‘âî, wa adziqnî tha‘mal ‘âfiyati ilâ muntahâ ajalî, walâ tusymitbî ‘aduwwî, walâ tusallith ‘alayya, walâ tumakkinhu min ‘unuqî.
Karena itu, ya Ilahi, karuniakan padaku kebahagiaan dengan kekuasaan-Mu, dengannya Kau hidupkan kematian negeri, jangan binasakan aku karena penderitaan sehingga Kau perkenankan doaku dan Kau
perkenalkan padaku ijabah doaku. Karuniakan padaku kelezatan keselamatan sampai akhir ajalku, dan jangan biarkan musuhku menghan-curkanku, menguasaiku dan membelengguku.
ْﻦَﻤَﻓ ﻲﻨﺘﻌﺿﻭ ْﻥِﺍ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ
ْﻥِﺍَﻭ ﻲﻨﻌﻓﺮﻳ ﻱﺬﻟﺍ ﺍﺫ
ﻱﺬﻟﺍ ﺍﺫ ْﻦَﻤَﻓ ﻲﻨﺘﻌﻓﺭ
ﻲﻨﺘﻜﻠﻫﺍ ْﻥِﺍَﻭ ﻲﻨﻌﻀﻳ
َﻚَﻟ ُﺽِﺮْﻌَﻳ ﻱﺬﻟﺍ ﺍﺫ ْﻦَﻤَﻓ
ْﻦَﻋ َﻚُﻟَﺄْﺴَﻳ ْﻭَﺍ َﻙِﺪْﺒَﻋ ﻲﻓ
ُﻪَّﻧَﺍ ُﺖْﻤِﻠَﻋ ْﺪَﻗَﻭ ِﻩِﺮْﻣَﺍ
ﻰﻓ َﻻَﻭ ٌﻢْﻠُﻇ َﻚِﻤْﻜُﺣ ﻰﻓ َﺲْﻴَﻟ
ﺎﻤﻧﺍﻭ ٌﺔَﻠَﺠَﻋ َﻚِﺘَﻤَﻘَﻧ
َﺕْﻮَﻔْﻟﺍ ُﻑﺎَﺨَﻳ ْﻦَﻣ ُﻞَﺠْﻌَﻳ
ﻰﻟﺍ ُﺝﺎَﺘْﺤَﻳ ﺎﻤﻧﺍﻭ
ْﺪَﻗَﻭ ُﻒﻴِﻌَّﻀﻟﺍ ِﻢْﻠُّﻈﻟﺍ
ْﻦَﻋ ﻰﻬﻟﺍ ﺎﻳ َﺖْﻴَﻟﺎَﻌَﺗ
ًﺍﺮْﻴِﺒَﻛ ًﺍّﻮُﻠُﻋ َﻚِﻟَﺫ.
Allâhumma in wadha‘tanî famandzal ladzî
yarfa‘unî, wain rafa‘ta famandzal ladzî
yadha‘unî, wain ahlaktanî famandzal ladzî
ya‘ridhu laka fi ‘abdika aw yas-aluka
‘an amrihi, wa qad ‘alimtu annahu laysa
fi hukmika zhulmun walâ fi niqmatika
‘ajalun, wa innama ya‘jalu man yakhâful
fawta, wa innama yahtâju ilâzh zhulmizh
zha‘îfu, wa qad ta‘âlayta yâ Ilâhi ‘an
dzâlika ‘uluwwan kabîrâ.
Ya Allah, jika Kau hinakan aku, siapa lagi
yang mampu memuliakan aku; jika Kau
muliakan aku, siapa lagi yang akan mampu
menghinakan aku; jika Kau binasakan aku,
siapa lagi yang mampu menghalangi-Mu
atau siapa yang akan memohon pada-Mu
tentang persoalannya. Sungguh, aku tahu
tidak ada kezaliman dalam hukum-Mu, tidak
ada yang tergesa-gesa dalam siksaan-Mu.
Karena keterge-sagesaan itu hanya terjadi
pada orang takut ketinggalan, dan butuh
pada kezaliman yang lemah. Sementara
Engkau ya Ilahi benar-benar Maha Mulia dari
semua itu.
َﻚِﺑ ُﺫﻮُﻋَﺍ ﻰﻧﺍ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ
ﻰﻧﺬـﻋﺎﻓ،َﻚِﺑ ُﺮْﻴِﺠَﺘْﺳَﺍَﻭ
ﻰﻧﺮﺟﺎﻓ،ﻚﻗﺯﺮﺘﺳﺍﻭَ
ﻰﻨـﻗﺯﺭﺎﻓ،ُﻞَّﻛَﻮَﺗَﺍَﻭ
ﻰﻨﻔﻛﺎﻓ َﻚْﻴَﻠَﻋ،
ﻯﻭﺪﻋ ﻰﻠﻋ َﻙُﺮِﺼْﻨَﺘﺳَﺍَﻭ
ﻰﻧﺮﺼﻧﺎﻓ،َﻚِﺑ ُﻦْﻴِﻌَﺘْﺳَﺍَﻭ
ﻰﻨـﻋﺎﻓ،ﻙﺮﻔﻐﺘﺳﺍﻭَﺎﻳ
َﻦْﻴِﻣﺁ ﻰﻟ ْﺮِﻔْﻏﺎَﻓ ﻰﻬﻟﺍ
َﻦْﻴِﻣﺁ َﻦْﻴِﻣﺁ
Allâhumma innî a‘ûdzu bika fa-a‘idznî,
wa astajîru bika fa-ajirnî, wa astarziquka
farzuqnî, wa atawakkalu‘alayka fakfinî,
wa astanshiruka ‘ala ‘aduwwî fanshurnî,
wa asta‘înu bika fa-a‘innî, wa
astaghfiruka yâ Ilâhî faghfirlî âmin âmin
âmin.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, maka
lindungi aku; aku memohon keselamatan
pada-Mu, maka selamatkan aku; aku
memohon rizki pada-Mu, maka berilah aku
rizki; aku bertawakkal kepada-Mu, maka
cukupi aku; aku memohon pertolongan
kepada-Mu atas musuhku, maka tolonglah
aku; aku memohon bantuan kepada-Mu,
maka bantulah aku; aku memohon ampunan
kepada-Mu ya Ilahi, maka ampuni aku, amin
amin amin.
Ketujuh: Membaca doa Kumail.
Kedelapan: Membaca doa sebagaimana yang
dibaca pada malam Arafah, yaitu:
ِّﻞُﻛ َﺪِﻫﺎَﺷ ﺎﻳ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ
ﻯﻮﺠﻧ ….
Ya Allah, wahai Yang Menyaksikan setiap
jeritan…
(Doa ini terdapat dalam buku Adab Wuquf di
Arafah)
Kesembilan: Membaca (10 kali):
ﻰﻠﻋ ِﻞْﻀَﻔْﻟﺍ َﻢِﺋﺍﺩ ﺎﻳ
َﻂِﺳﺎﺑ ﺎﻳ ِﺔِّﻳﺮَﺒْﻟﺍ
ﺎﻳ ِﺔَّﻴِﻄَﻌْﻟﺎِﺑ ِﻦْﻳَﺪَﻴْﻟﺍ
ِﺔَّﻴِﻨَّﺴﻟﺍ ِﺐِﻫﺍﻮَﻤْﻟﺍ َﺐِﺣﺎﺻ
ِﺮْﻴَﺧ ِﻪِﻟﺁَﻭ ﺪﻤﺤﻣ ﻰﻠﻋ ِّﻞَﺻ
ْﺮِﻔْﻏﺍَﻭ ًﺔَّﻴِﺠَﺳ ْﻯﺭَﻮْﻟﺍ
ﻰﻓ ﻰﻠﻌﻟﺍ ﺍﺫ ﺎﻳ ﺎﻨﻟ
ِﺔَّﻴِﺸَﻌْﻟﺍ ِﻩِﺬﻫ
Kesepuluh: Makan buah delima sebagaimana
yang dilakukan oleh Imam Ja’far Ash-
Shadiq (as) pada setiap malam Jum’at. Dan
yang paling baik adalah menjelang tidur.
Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa orang
yang makan buah delima menjelang tidur, ia
akan diamankan dirinya sampai pagi hari.
Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
Barangsiapa yang membaca zikir berikut
(100 kali) antara shalat sunnah nafilah dan
shalat Shubuh, Allah membangunkan
baginya rumah di surga:
ِﻢﻴِﻈَﻌْﻟﺍ َﻲِّﺑَﺭ َﻥﺎَﺤْﺒُﺳ
َﻪﻠﻟﺍ ُﺮِﻔْﻐَﺘْﺳَﺍ ِﻩِﺪْﻤَﺤِﺑَﻭ
ِﻪْﻴَﻟِﺍ ُﺏﻮُﺗَﺍَﻭ ﻰﺑﺭ
Disunnahkan membaca doa berikut pada
malam Jum’at waktu dini hari:
ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﻰﻠﻋ ِّﻞَﺻ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ
َﺓﺍَﺪَﻐْﻟﺍ َﻲِﻟ ْﺐَﻫَﻭ ِﻪِﻟﺁﻭ
َﻙﺎَﺿِﺭ،ﻰﺒﻠﻗ ْﻦِﻜْﺳَﺍَﻭ
َﻚَﻓْﻮَﺧ،ْﻦَّﻤَﻋ ُﻪْﻌَﻄْﻗﺍَﻭ
َﻻَﻭ َﻮُﺟْﺭَﺍ َﻻ ﻰﺘﺣ َﻙﺍَﻮِﺳ
َﻙﺎَّﻳِﺇ َّﻻﺇ َﻑﺎَﺧَﺍ.َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ
ْﺐَﻫَﻭ ِﻪِﻟﺁﻭ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﻰﻠﻋ ِّﻞَﺻ
ِﻦْﻴِﻘَﻴْﻟﺍ َﺕﺎَﺒَﺛ ﻰﻟ،
ِﺹَﻼْﺧِﻻْﺍ َﺾْﺤَﻣَﻭ،َﻑَﺮَﺷَﻭ
ِﺪْﻴِﺣْﻮَّﺘﻟﺍ،َﻡﺍَﻭَﺩَﻭ
ﺔﻣﺎﻘﺘﺳﻻﺍ،َِﻥِﺪْﻌَﻣَﻭ
ِﺮْﺒِّﺼﻟﺍ،ﺎﺿﺮﻟﺍﻭ
ِﺭَﺪَﻘْﻟﺍَﻭ ِﺀﺎَﻀَﻘْﻟﺎِﺑ،ﺎﻳ
ِﺞِﺋﺍَﻮَﺣ َﻲِﺿﺎَﻗ
َﻦْﻴِﻠِﺋﺎَّﺴﻟﺍ،ْﻦَﻣ ﺎﻳ
ِﺮْﻴِﻤَﺿ ﻲﻓ ﺎﻣ ُﻢَﻠْﻌَﻳ
َﻦْﻴِﺘِﻣﺎَّﺼﻟﺍ،ﻰﻠﻋ ِّﻞَﺻ
ِﻪِﻟﺁَﻭ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ،ْﺐِﺠَﺘْﺳﺍَﻭ
ﻰﺋﺎﻋﺩ،ﻰﺒﻧﺫ ْﺮِﻔْﻏﺍَﻭ،
ﻲﻗﺯﺭ ْﻊِﺳْﻭَﺍَﻭ،ِﺾْﻗﺍَﻭ
ﻲﺴﻔﻧ ﻲﻓ ﻲﺠﺋﺍﻮﺣ
ﻲﻨﻳﺩ ﻲﻓ ﻲﻧﺍﻮﺧﺍﻭ
ﻲﻠﻫﺍﻭ.
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarga Muhammad, pagi
ini karuniakan padaku ridha-Mu, tanamkan
ke dalam hatiku rasa takut kepada-Mu, dan
lepaskan hatiku dari selain-Mu sehingga aku
tidak berharap dan tidak takut kecuali
kepada-Mu.
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarga Muhammad,
karuniakan padaku kekuatan keyakinan,
ketulusan ikhlas, kemuliaan tauhid,
kelangsungan istiqamah, keagungan
kesabaran, dan ridha pada ketentuan dan
takdir-Mu wahai Yang Memenuhi hajat
orang-orang yang memohon, wahai Yang
Mengetahui apa yang tersimpan dalam hati
orang-orang yang diam.
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan
keluarga Muhammad, perkenankan doaku,
ampuni dosaku, luaskan rizkiku, penuhi
hajat-hajatku untuk diriku, saudara-
saudaraku seagama dan keluargaku.
ْﺪَﻗ ِﻝﺎَﻣَﻻْﺍ ُﺡﻮُﻤُﻃ ﻲﻬﻟﺍ
َﻚْﻳَﺪَﻟ َّﻻﺇ ْﺖَﺑﺎَﺧ،
ْﺪَﻗ ِﻢَﻤِﻬْﻟﺍ ُﻒِﻛﺎَﻌَﻣَﻭ
َﻚْﻴَﻠَﻋ َّﻻﺇ ْﺖَﻠَّﻄَﻌَﺗ،
ْﺪَﻗ ِﻝﻮُﻘُﻌْﻟﺍ ُﺐِﻫﺍَﺬَﻣَﻭ
َﻚْﻴَﻟِﺍ َّﻻﺇ ْﺖَﻤَﺳ،َﺖْﻧَﺎَﻓ
َﻚْﻴَﻟِﺍَﻭ ُﺀﺎَﺟﺮَّﻟﺍ
ُﺄَﺠَﺘْﻠُﻤْﻟﺍ،َﻡَﺮْﻛَﺍ ﺎﻳ
ٍﻝﻭُﺆْﺴَﻣ َﺩَﻮْﺟَﺍَﻭ ٍﺩﻮُﺼْﻘَﻣ،
ﺎﻳ ﻰﺴﻔﻨﺑ َﻚْﻴَﻟِﺍ ُﺖْﺑَﺮَﻫ
َﻦْﻴِﺑِﺭﺎَﻬْﻟﺍ َﺎَﺠْﻠَﻣ
ِﺏﻮُﻧُّﺬﻟﺍ ِﻝﺎَﻘْﺛَﺎِﺑ
ﻯﺮﻬﻇ ﻰﻠﻋ ﺎﻬﻠﻤﺣﺍ.َﻻ
ًﺎﻌِﻓﺎَﺷ َﻚْﻴَﻟِﺍ ﻰﻟ ُﺪِﺟَﺍ
َﻚَّﻧَﺎِﺑ ﻲﺘﻓﺮﻌﻣ ﻯﻮﺳ
ُﻩﺎَﺟَﺭ ْﻦَﻣ ُﺏَﺮْﻗَﺍ
َﻥﻮُﺒِﻟﺎَّﻄﻟﺍ،َﻞَّﻣَﺍَﻭ
َﻥﻮُﺒِﻏﺍَّﺮﻟﺍ ِﻪْﻳَﺪَﻟﺎَﻣ،ﺎﻳ
َﻝﻮُﻘُﻌْﻟﺍ َﻖَﺘَﻓ ْﻦَﻣ
ِﻪِﺘَﻓِﺮْﻌَﻤِﺑ،َﻖَﻠْﻃَﺍَﻭ
ِﻩِﺪْﻤَﺤِﺑ َﻦُﺴْﻟَﻻﺍ،َﻞَﻌَﺟَﻭ
ِﻩِﺩﺎَﺒِﻋ ﻰﻠﻋ ِﻪِﺑ َّﻦَﺘْﻣﺍ ﺎﻣ
ِﻪِّﻘَﺣ ِﺔَﻳِﺩْﺎَﺘِﻟ ٍﺀﺎَﻔِﻛ ﻲﻓ،
ِﻪِﻟﺁﻭ ﺪﻤﺤﻣ ﻰﻠﻋ ِّﻞَﺻ،َﻻَﻭ
ﻰﻠﻋ ِﻥﺎَﻄْﻴَّﺸﻠِﻟ ْﻞَﻌْﺠَﺗ
ًﻼْﻴِﺒَﺳ ﻰﻠﻘﻋ،َﻻَﻭ
ﻰﻠﻤﻋ ﻰﻠﻋ ِﻞِﻃﺎَﺒْﻠِﻟ
ًﻼْﻴِﻟَﺩ.
Ilahi, sia-sialah keinginan yang besar kecuali
pada apa yang ada di sisi-Mu
Sia-sialah harapan yang besar kecuali
kepada-Mu
Sia-sialah semua mazhab pemikiran kecuali
yang ditujukan kepada-Mu
Engkaulah harapanku, kepada-Mu aku
bersandar
Wahai Tujuan yang paling mulia, dan Yang
Paling Dermawan dari semua yang dimohon.
Aku lari kepada-Mu wahai Tempat
Berlindung orang-orang yang lari karena
beratnya dosa-dosa yang dipikul di
pundaknya.
Tidak kudapatkan penolong menuju-Mu
kecuali makrifatku bahwa Engkau adalah
Harapan orang-orang yang mencari, dan
Cita-cita orang-orang yang berkeinginan.
Wahai Yang Membuka pikiran dengan
makrifat-Nya,
Yang Diucapkan lisan dengan pujian-Nya,
Yang Menjadikan karunia-Nya mencukupi hak
semua hamba-Nya.
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan
keluarga Muhammad
Jangan jadikan setan menguasai jalan
pikiranku, dan yang batil menjadi penuntun
amalku.
Ketika terbit fajar hari Jum’at, maka
bacalah doa:
ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺔَّﻣِﺫ ﻰﻓ ُﺖْﺤَﺒْﺻَﺍ
ِﻢَﻣِﺫَﻭ ِﻪِﺘَﻜِﺋَﻼَﻣ ِﺔَّﻣِﺫَﻭ
ُﻢِﻬﻴَﻠَﻋ ِﻪِﻠُﺳُﺭَﻭ ِﻪِﺋﺎَﻴِﺒْﻧَﺍ
ﻰﻠﺻ ٍﺪَّﻤﺤُﻣ ِﺔَّﻣِﺫَﻭ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ
ِﻢَﻣِﺫَﻭ ِﻪِﻟﺁَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﻠﻟﺍ
ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ِﻝﺁ ْﻦِﻣ ِﺀﺎَﻴِﺻْﻭَﻻْﺍ
ُﺖْﻨَﻣﺁ ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ ُﻢِﻬْﻴَﻠَﻋ
ُﻢِﻬْﻴَﻠَﻋ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ِﻝﺁ ّﺮِﺴِﺑ
ْﻡِﻪِﺘَﻴِﻧَﻼَﻋَﻭ ُﻡﻼَّﺴﻟﺍ
ْﻢِﻬِﻨِﻃﺎَﺑَﻭ ْﻢِﻫِﺮِﻫﺎَﻇَﻭ
ِﻢْﻠِﻋ ﻰﻓ ْﻢُﻬَّﻧَﺍ ُﺪَﻬْﺷَﺍَﻭ
ٍﺪَّﻤَﺤُﻤَﻛ ِﻪِﺘَﻋﺎَﻃَﻭ ِﻪﻠﻟﺍ
ِﻪِﻟﺁَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ .
Ashbahtu fi dzimmatillâhi, wa dzimmati
malâikatihi, wa dzimami anbiyâihi wa
rusulihi(‘alayhimus salam), wa dzimmati
Muhammadin (shallallâhu `alayhi wa âlihi),
wa dzimamil awshiyâi min âli Muhammadin
(`alayhimus salam). Amantu bisirri âli
Muhammadin (`alayhimus salam) wa
`alâniyatihim, wa zhâhirihim wa bâthinihim.
Wa asyhadu annahum fi `ilmillâhi wa
thâ`atihi ka-Muhammadin (shallallâhu
`alayhi wa âlihi).
Aku memasuki pagi hari dalam perjanjian
Allah, perjanjian para Malaikat-Nya,
perjanjian para Nabi dan Rasul-Nya,
perjanjian Muhammad saw, dan perjanjian
para washinya dari keluarga Muhammad (as)
. Aku mempercayai keluarga Muhammad
yang rahasia dan yang nampak, yang zhahir
dan yang batin. Aku bersaksi bahwa mereka
dalam mengenal dan mentaati Allah sama
dengan pengenalan dan ketaatan
Muhammad saw kepada-Nya.
Dalam suatu riwayat dikatakan: Barangsiapa
yang membaca zikir berikut (tiga kali) pada
hari Jum’at sebelum shalat Shubuh, ia
diampuni dosa-dosanya walaupun lebih
banyak dari buih di atas samudera:
َﻻ ﻱﺬﻟﺍ َﻪﻠﻟﺍ ُﺮِﻔْﻐَﺘْﺳَﺍ
ُّﻲَﺤْﻟﺍ َﻮُﻫ ّﻻﺇ َﻪَﻟِﺍ
ِﻪْﻴَﻟِﺍ ُﺏﻮُﺗَﺍَﻭ ُﻡﻮُّﻴَﻘْﻟﺍ
Aku mohon ampun kepada Allah Yang Tiada
Tuhan kecuali Dia Yang Hidup dan
Mengawasi, dan aku bertaubat kepada-Nya.
Amalan hari Jum’at
Pertama: Membaca surat Al-Jumu’ah pada
rakaat pertama dalam shalat Shubuh dan
surat Al-Ikhlash dalam rakaat yang kedua.
Kedua: Membaca doa berikut sesudah shalat
Shubuh sebelum berbicara dengan siapa
pun, agar menjadi penghapus dosa-dosanya
dari hari Jum’at ke Jum’at berikutnya:
ﻰﻓ ُﺖْﻠُﻗ ﺎﻣ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ
ْﻭَﺍ ٍﻝْﻮَﻗ ْﻦِﻣ ِﻩِﺬَﻫ ﻰﺘﻌﻤﺟ
ْﻭَﺍ ٍﻒْﻠَﺣ ْﻦِﻣ ﺎﻬﻴﻓ ُﺖْﻔَﻠَﺣ
ٍﺭْﺬَﻧ ْﻦِﻣ ﺎﻬﻴﻓ ُﺕْﺭَﺬَﻧ
َﻚِﻟَﺫ ْﻱَﺪَﻳ َﻦْﻴَﺑ َﻚُﺘَّﻴِﺸَﻤَﻓ
ْﻥَﺍ ُﻪْﻨِﻣ َﺖْﺌِﺷ ﺎﻤﻓ ِﻪِّﻠُﻛ
ْﺄَﺸَﺗ ْﻢَﻟ ﺎﻣﻭ َﻥﺎﻛ َﻥﻮُﻜَﻳ
ْﻦُﻜَﻳ ْﻢَﻟ ُﻪْﻨِﻣ،َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ
ْﺯَﻭﺎَﺠَﺗَﻭ ﻰﻟ ْﺮـﻔْﻏﺍ
ﻰﻨﻋ،َﺖْﻴَّﻠَﺻ ْﻦَﻣ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ
ْﻦَﻣَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ﻰﺗﻼﺼﻓ ِﻪْﻴَﻠَﻋ
ِﻪْﻴَﻠَﻋ ﻲﺘﻨـﻌﻠﻓ َﺖْﻨَﻌَﻟ .
Allâhumma ma qultu fî jumu‘atî hadzihi
min qawlin aw halaftu fîhâ min halfin aw
nadzartu fîhâ min nazarin famasyiyyatuka
bayna yaday dzâlika kullihi. Fama syi’ta
minhu an yakûna kâna wa mâ lam tasya’
minhu lam yakun. Allâhummaghfirlî wa
tajâwaz‘annî. Allâhumma man shallayta
‘alayhi fashalatî ‘alayhi, wa man
la‘anta fala‘nati ‘alayhi.
Ya Allah, pada hari Jum’at ini tidak ada
satupun ucapan yang kukatakan, atau
sumpah yang kuucapkan atau nazar yang
kunazarkan, kecuali kehendak-Mu berada di
balik semua itu, karena apa yang Engkau
kehendaki pasti terjadi dan yang tidak
Engkau kehendak pasti tidak akan terjadi. Ya
Allah, ampuni aku dan maafkan aku. Ya Allah,
pada orang yang Engkau sampaikan
shalawat aku juga bershalawat kepadanya,
dan pada orang yang Kau laknat aku juga
melaknatnya.
Amalan ini dilakukan minimal sekali dalam
satu bulan. Dan disunnahkan juga membaca
ta‘qib shalat Shubuh.
Ketiga: Dalam suatu riwayat dikatakan:
Barangsiapa yang membaca shalawat
berikut sesudah shalat Shubuh dan shalat
Zhuhur, pada hari Jum’at dan hari-hari
yang lain, ia tidak mati sehingga ia berjumpa
dengan Imam Mahdi (as); dan barangsiapa
yang membacanya seratus kali, Allah akan
memenuhi baginya enam puluh hajat, tiga
puluh hajat dunia dan tiga puluh hajat
akhirat:
ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﻰﻠﻋ ِّﻞَﺻ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ
ْﻢُﻬَﺟَﺮَﻓ ْﻞِّﺠَﻋَﻭ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ِﻝﺁَﻭ
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarga Muhammad,
percepatlah kemenangan mereka.
Keempat: Membaca surat Ar-Rahman
sesudah shalat Subuh. Dan sesudah
membaca ayat Fabi-ayyi âlâi Rabbikuma
tukadzdziban, ucapkan: La bi-syay-in min
âlâika ukadzdzibu (tidak satu pun nikmat-Mu
ya Rabbi yang aku dustakan).
Kelima: sesudah shalat Subuh, membaca
surat Al-Ikhlash (100 kali), shalawat (100
kali), Istighfar (100 kali), surat An-Nisa’,
surat Hud, surat Al-Kahfi, surat Ash-Shaffat,
dan surat Ar-Rahman.
Keenam: Membaca surat Al-Ahqaf dan surat
Al-Mukminun.
Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
“Barangsiapa yang membaca surat Al-
Ahqaf setiap malam Jum’at dan hari
Jum’at, Allah tidak menimpakan padanya
hal-hal yang menakutkan dalam kehidupan
dunia, dan Ia mengamankannya dari
ketakutan pada hari kiamat, insya Allah.”
Ia juga mengatakan: “Barangsiapa yang
membaca surat Al-Mukminun pada setiap
hari Jum’at, Allah menutupnya dengan
kebahagiaan, dan menyiapkan rumah di
surga Firdaus yang paling tinggi bersama
para Nabi dan Rasul.”
Ketujuh: Berdoa yang diawali dengan
membaca surat Al-Kafirun (10 kali) sebelum
matahari terbit, agar doanya diijabah.
Kedelapan: Mandi sunnah.
Nabi saw bersabda kepada Imam Ali (as):
“Wahai Ali, mandi sunnahlah kamu setiap
hari Jum’at walaupun kamu harus
membeli air, karena tidak ada amalan
sunnah yang lebih mulia darinya.”
Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
“Barangsiapa yang mandi sunnah pada hari
Jum’at, kemudian membaca doa berikut, ia
disucikan dari dosa-dosanya dari hari
Jum’at ke hari Jum’at berikutnya, atau
amal-amalnya diterima dan disucikan secara
spritual:
ّﻻﺇ َﻪـَﻟِﺍ َﻻ ْﻥَﺍ ُﺪَﻬْﺷَﺍ
ُﻪَﻟ َﻚْﻳِﺮَﺷ َﻻ ُﻩَﺪْﺣَﻭ ُﻪﻠﻟﺍ
ُﻩُﺪْﺒَﻋ ًﺍﺪَّﻤَﺤُﻣ َّﻥَﺍ ُﺪَﻬْﺷَﺍَﻭ
ُﻪُﻟﻮُﺳَﺭَﻭ،ِّﻞَﺻ َّﻢُﻬّﻠﻟَﺍ
ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ِﻝﺁَﻭ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﻰﻠﻋ
َﻦْﻴِﺑﺍَّﻮَّﺘﻟﺍ َﻦِﻣ ﻲﻨﻠﻌﺟﺍﻭ
َﻦِﻣ ﻲﻨﻠﻌﺟﺍﻭ
َﻥْﻱِﺮِّﻬَﻄَﺘُﻤﻟﺍ.
Aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah Yang
Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya,
Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-
Nya. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarga Muhammad,
jadikan aku tergolong kepada orang-orang
yang bertaubat, dan jadikan aku termasuk
kepada orang-orang berusaha suci.
Waktu mandi sunnah ini dari terbit fajar
sampai matahari tergelincir. Yang paling
utama adalah menjelang matahari
tergelincir.
Kesembilan: Mencukur kumis dan memotong
kuku, memulai dari jari kelingking kiri dan
diakhiri di kelingking kanan, kemudian
potongan kuku itu ditanam. Dan ketika
mencukur kumis atau memotong kuku
hendaknya membaca doa:
ِﻪّﻠﻟﺎِﺑَﻭ ِﻪّﻠﻟﺍ ِﻢْﺴِﺑ
ِﻝﺁَﻭ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ِﺔَّﻨُﺳ ﻰﻠﻋﻭ
ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ
Dengan nama Allah, dengan Allah dan pada
sunnah Muhammad dan keluarga
Muhammad.
Kesepuluh: Memakai wewangian dan pakaian
yang bagus.
Kesebelas: Bersedekah. Bersedekah pada hari
Jum’at dan malam Jum’at nilainya seribu
kali lipat dari waktu-waktu yang lain.
Kedua belas: Memberi belanja lebih kepada
keluarganya supaya dapat membeli buah-
buahan dan daging, agar pada hari Jum’at
mereka bahagia.
Ketiga belas: Memakan buah delima sebelum
matahari tergelincir
Imam Musa Al-Kazhim (as) berkata:
“Barangsiapa yang memakan satu buah
delima pada hari Jum’at, Allah menyinari
hatinya selama empat puluh hari; jika ia
makan dua buah, delapan puluh hari; jika
makan tiga buah, seratus dua puluh hari; ia
dijauhkan dari bisikan setan; dan orang yang
dijauhkan dari bisikan setan, ia tidak
bermaksiat kepada Allah; orang yang tidak
bermaksiat kepada Allah, ia akan masuk ke
surga.”
Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa
makan buah delima pada hari Jum’at
memiliki banyak keutamaan.
Keempat belas: Mengosongkan kegiatan
termasuk belajar agama, tidak
membelanjakan harta untuk jalan-jalan,
bertani; tidak berkumpul dengan orang-
orang yang berbuat kehinaan, tidak
menceriterakan aib orang lain, tidak
tenggelam dalam tertawa dan terbahak-
bahak, dan semaksimal mungkin
menghindari perbuatan yang batil.
Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
“Dibencilah seorang muslim yang belum
membelanjakan hartanya seminggu sebelum
hari Jum’at untuk belajar agama, dan tidak
mengosongkan pada hari itu untuk belajar
agama.”
Nabi saw bersabda: “Jika kalian melihat
seorang guru pada hari Jum’at
mengajarkan pada manusia tentang tarikh
kekafiran dan jahiliyah, maka lempari
kepalanya dengan batu.”
Kelima belas: Membaca shalawat seribu kali.
Imam Muhammad Al-Baqir (as) berkata:
“Tidak ada ibadah yang paling aku cintai
pada hari Jum’at dari bershalawat kepada
Muhammad dan keluarganya yang suci.”
Dalam suatu riwayat dikatakan:
“Bershalawat kepada Muhammad dan
keluarganya antara Zuhur dan Ashar nilanya
berbanding dengan tujuh puluh kali haji.”
Keenam belas: Ziarah kepada Nabi saw dan
para Imam suci (as).
Ketujuh belas: Ziarah ke kuburan mukminin
khususnya kedua orang tua.
Imam Muhammad Al-Baqir (as) berkata:
Ziarahlah kalian ke kuburan pada hari
Jum’at, karena mereka mengetahui orang
yang datang kepada mereka dan mereka
bahagia.”
Kedelapan belas: Membaca doa Nudbah.
Kesembilan belas: Pada hari Jum’at banyak
sekali shalat sunnah selain sunnah nafilah
Jum’at yang dua puluh rakaat. Menurut
riwayat yang masyhur: enam rakaat sesudah
terbit matahari, enam rakaat sekitar waktu
dhuha, enam rakaat sebelum matahari
tergelincir, dua rakaat sesudah matahari
tergelincir sebelum shalat fardhu. Atau
shalat sunnah enam rakaat sesudah shalat
Jum’at atau Zuhur, ini disebutkan dalam
kitab-kitab fiqih.
Atau shalat sunnah sebagaimana yang
diriwayatkan dari Imam Ja’far Ash-Shadiq
(as) dari bapak-bapaknya dari Nabi saw,
beliau bersabda:“Barangsiapa yang
melakukan shalat sunnah empat rakaat,
setiap rakaat membaca Fatihah (10 kali), dan
surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, Al-Kafirun
dan Al-Qadar (masing-masing 10 kali), atau
ayat kursi (10 kali), dan sesudah shalat
membaca istighfar (100 kali), zikir
Subhanallah walHamdulillah wa lailaha
illallah wallahu akbar wala hawla wala
quwwata illa billahil‘aliyyil ‘azhim (100
kali), dan shalawat (100 kali), Allah akan
menyelamatkannya dari keburukan
penghuni langit dan penghuni bumi,
keburukan setan dan keburukan penguasa
yang zalim.
Disarikan dari Kitab Mâfâtihul Jinân.
0 komentar:

Poskan Komentar

Followers

About Me

Sejarah. Diberdayakan oleh Blogger.